Saya
- KIAS PENA..
- SEMOGA SEDIKIT SEBANYAK DAPAT KITA JADIKAN ILMU WALAUPUN HANYA SEDIKIT.. KATA SEORANG ULAMAK "SEMAKIN KITA MENDALAMI ILMU SEMAKIN KITA TAHU YANG KITA SEBELUM INI ADALAH BODOH..
Khamis, 14 April 2011
kisah silam..
Rabu, 13 April 2011
Nikmat..??
kasih sayang nikmatnya memahami..
lahir nikmatnya menangis..
menangis nikmatnya mahukan simpati..
simpati nikmatnya layanan yang diberi..
sepi nikmatnya berkawan..
berkawan nikmatnya menghargai..
bayi nikmatnya menangis..
kanak-kanak nikmatnya bermain..
remaja nikmatnya hiburan..
hiburan nikmatnya melalaikan..
dewasa nikmatnya mengejar kekayaan
warga tua nikmatnya dapat kuat seperti dulu..
wanita nikmatnya kecantikan..
kecantikan nikmatnya keayuan..
keayuan nikmatnya bersama suami..
suami nikamtnya kacak..
kacak nikmatnya penyanyang..
diam nikmatnya tidur..
tidur nikmatnya mimpi..
mimpi nikmatnya dapat mengimpikan apa yang kita mahu..
hidup nikmatnya dunia,
dunia nikmatnya harta,
harta nikmatnya isteri..
isteri nikmatnya menjaga harta suami..
sebaik-baik nikmat ialah nikmat islam..
Keindahan Sifat Sabar..
Bersabar merupakan ciri orang-orang yang menghadapi pelbagai kesusahan dengan lapang dada, kemahuan yang keras serta ketabahan yang besar. Kerana itu, jika kita tidak bersabar, maka apa yang boleh kita lakukan.Adakah anda memiliki penyelesaian lain selain bersabar? Dan adakah anda mengetahui senjata lain yang dapat kita gunakan selain kesabaran?
Konon, seorang pembesar negeri ini memiliki ‘ladang gembalaan’ dan ‘lapangan’ yang selalu ditimpa musibah; setiap kali selesai dari satu kesusahan, kesusahan yang lain pula datang mengunjunginya. Meski demikian, ternyata ia tetap berlindung di sebalik perisai kesabaran dan mengunakan benteng keyakinan kepada Allah.
Demikian itulah orang-orang mulia dan terhormat bertarung melawan setiap kesusahan dan menjatuhkan semua bencana itu terkapar di atas tanah.
Malahan ketika menziarahi Abu Bakar yang sedang terbaring sakit, para sahabat berkata kepadanya, “Bolehkah kami panggilkan seorang tabib untuk mengubatimu?” “Seorang tabib telah memeriksaku!,” jawab Abu Bakar. Para sahabat pun bertanya, “Lalu apa yang ia katakan?”
la berkata, “Sesungguhnya aku boleh melakukan apa saja yang aku mahu.”
Bersabarlah kerana Allah. Dan sebaiknya anda bersabar sebagaimana kesabaran orang yang yakin akan datangnya kemudahan, mengetahui tempat kembali yang baik, mengharap pahala dan senang mengingkari kejahatan. Seberapa pun besar permasalahan yang anda hadapi, tetaplah bersabar. Kerana kemenangan itu sesungguhnya akan datang bersama dengan kesabaran, jalan keluar datang bersama kesusahan dan dalam setiap kesusahan itu ada kemudahan.
Nikmat Akal..Andai Engkau Sadari..
(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk
penghuni-penghuni neraka yang menyala”.
(QS 67: 10).
Maksudnya ucapan dan perbuatannya tidak mencelakakan orang lain, bahkan dapat mendatangkan kesejahteraan bagi mereka. Orang yang seperti inilah yang akan menjadi rahmatan lil-alamin.
Ketika malaikat menunjukkan kekurang-setujuannya kepada Allah akan rencana-Nya untuk menciptakan manusia dengan cara berdialog Allah menunjukkan kehebatan manusia dibanding malaikat
(QS 2: 31-33).
Dengan berbekal akal manusia dapat mengembangkan diri dan lingkungannya menjadi sangat maju, melebihi apa yang bisa dibayangkan oleh siapapun. Dengan berkembangnya teknologi informasi terutama dalam bidang broadcasting (penyiaran) dan multimedia pertandingan piala dunia di Afrika Selatan nanti dalam waktu yang sama bisa disaksikan oleh manusia dari seluruh penjuru dunia. Begitu pula dalam bidang teknologi angkasa luar, Amerika Serikat telah berhasil mengirimkan beberapa pesawat tanpa awak ke planet Mars. Semuanya tidak terlepas dari upaya mensyukuri nikmat akal. Sayang yang melenjit maju dalam bindang itu saat ini adalah orang-orang non muslim. Dalam hal ini merekalah “yang bersyukur”, sedangkan kita orang Islam termasuk kurang bersyukur.
Padahal sebenarnya jauh hari Allah telah memberi isyarat kepada bahwa mereka dapat menembus langit dan bumi dengan sulthan/kekuatan
(QS 55: 33).
Mestinya orang Islam faham dan maju mengembangkan ilmu yang terkait dengan angkasa luar. Seperti roket pedorong pesawat antariksa, sistem navigasi, sistem komunikasi, sistem penginderaan jarak jauh dan sejenisnya yang terintegrasi. Semua itu hanya bisa dicapai kalau manusia mau mensyukuri nikmat akal. Dalam kaitannya dengan pengembangan teknologi ini nampaknya orang kafir lebih bersyukur terhadap nikmat akal daripada orang-orang yang mengaku dirinya Islam. Menapa? Umat Islam terbelenggu oleh pengamalan ritual peribadatan yang diajarkan oleh ulama-ulama mereka yang ternyata sebagian besar adalah bid’ah. Bagaimana mungkin orang yang suka beramal bid’ah dalam ibadah akan mendapat pertolongan Allah?
Pengalaman di masa lampau dari nenek moyang kita jangan sampai terulang. Jagat raya ini sangat luas seolah tidak terbatas, jangan sampai semuanya dikuasai oleh orang kafir, sehingga kita hanya bisa menjadi penonton saja, yang puas bersorak sorai di tepi lapangan. Bayangkan bila Amerika Serikat menguasai planet Mars, lalu mengembangkannya menjadi planet yang dapat dihuni oleh manusia. Suatu saat ketika di bumi terjangkit pandemi penyakit yang mematikan dan tidak bisa diatasi. Mereka akan bermigrasi ke Mars (seperti kisah Nabi Nuh) dengan pesawat angkasa luar dan kita orang Islam akan dibiarkan musnah di muka bumi tenggelam dalam wabah penyakit yang mematikan. Ceritanya akan berbeda kalau kita juga menguasai teknologi yang sama atau bahkan lebih maju dari mereka.
Jauh hari Allah telah mengingatkan kita untuk mensyukuri nikmat penglihatan, pendengaran dan hati (akal) dengan meminta pertanggung jawaban atas nikmat-nikmat itu
(QS 17:36).
Bahkan Allah mengancam untuk memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia yang diberi pendengaran, penglihatan dan hati tetapi tidak mau memanfaatkannya dengan sebai-baiknya
(QS 7: 179).
Sesungguhnya apa yang kita dengar dan kita lihat itu kita kirim ke dalam prosesor untuk diproses sebaik-baiknya dalam sebuah instrumen yang namanya akal atau hati yang berfungsi untuk memahami ayat-ayat Allah. Setelah diproses di dalam hati akan mengalir sebagai output dalam bentuk perkataan dan perbuatan.
Kalau input yang masuk lewat pendengaran dan penglihatan kualitasnya baik, prosesornya juga berjalan dengan baik, maka kita bisa berharap output-nyapun akan berkualitas baik. Rasulullah saw bersabda: Al-muslimu man salimalmuslimuna min lisanihi wa yadihi (Orang islam itu adalah orang yang orang islam yang lain selamat dari lidahnya dan tangannya). Andai generasi-generasi pendahulu kita mensyukuri nikmat akal dengan cara seperti ini, menguasai ilmu-ilmu dunia dan akherat secara paralel, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan orientasi ukhrawi, maka tentulah Allah tidak memberikan cobaan kepada kita dengan menjadikan kita sebagai bangsa yang terjajah. Secara yuridis formal bangsa kita adalah bangsa yang merdeka, akan tetapi secara individual maupun sosial kita belum merdeka dari penjajahan taghut dalam berbagai bentuk seperti harta, tahta, dan wanita. Ketergantungan kita kepada ketiganya masih sangat kental, sehingga seolah-olah tidak bisa hidup tanpa ketiganya. Padahal yang mengatur semuanya itu adalah Allah. Fa-ainallah?
Sudah tiba waktunya bagi kita semua untuk melepaskan diri dari dikotomi ilmu agama dan ilmu dunia. Semuanya itu adalah ilmu Allah diperuntukkan bagi siapa saja yang mau mengambilnya. Maka mari kita berusaha mengambil sebanyak-banyaknya.
Rasulullah saw berpesan: “Barangsiapa menghendaki dunia, maka wajib atasnya ilmu. Barangsiapa menghendaki akherat maka wajib atasnya ilmu. Barang siapa yang menghendaki keduanya maka wajib atasnya ilmu”.
Dan instrumen untuk menangkap ilmu itu adalah pendengaran, penglihatan, dan akal. Maka mari kita syukuri nikmat akal tersebut dengan benar, sehingga umat Islam di masa mendatang akan memperoleh barakahnya dalam bentuk kemenangan dunia dan akherat. Jangan sampai di kemudian hari kita menyesal seperti penyesalan orang-orang kafir yang diberitakan dalam QS 67: 10 di atas.
Written by Zulfikar Abdurrahman
Ahad, 10 April 2011
Abu Hurairah ;perawi Hadis Terkemuka..
Saya mendengar banyak hadis dari tuan, Ya Rasulullah ! Tetapi saya lupa.
“ Rasulullah SAW bersabda:” Hamparkan Rida’ mu. “
Aku melakukan (apa yang diperintahkan nabi SAW) dan kemudian nabi SAW menggerakkan kedua tangannya seakan-akan mengisi sesuatu
lalu bersabda :” Ambil dan selendangkan ini (pada tubuh mu)”.
Aku lakukan perintahnya dan setelah itu aku tidak pernah lupa lagi.”
(al-Bukhari)
Abu Hurairah ialah salah seorang perawi hadis yang terkemuka. Beliau dilahirkan 19 tahun sebelum Hijrah. Nama sebenar beliau sebelum memeluk agama Islam tidak diketahui dengan jelas, tetapi pendapat yang masyhur ialah Abd Syams. Nama Islamnya adalah Abd al-Rahman. Beliau berasal daripada kabilah ad-Dusi di Yaman. Gelaran Abu Hurairah r.a. adalah kerana kegemarannya bermain dengan anak kucing. Diceritakan pada suatu masa ketika Abu Hurairah r.a. bertemu Rasullullah SAW, beliau ditanya oleh baginda apakah yang ada dalam lengan bajunya. Apabila dia menunjukkan anak kucing dalam lengan bajunya lantas dia digelar Abu Hurairah oleh Rasullullah SAW. Semenjak itu dia lebih suka dikenali dengan gelaran Abu Hurairah. Beliau adalah sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW dan dikenali sebagai salah seorang ahli suffah, iaitu orang-orang miskin atau sedang menuntut ilmu dan tinggal di laman masjid. Beliau begitu rapat dengan Nabi SAW sehingga baginda selalu menyuruhnya mengumpulkan ahli suffah jika ada makanan yang hendak dibahagikan. Hadis beliau yang disepakati oleh Imam al-Bukhari dan Muslim berjumlah 325 hadis, oleh Bukhari sendiri sebanyak 93 hadis dan oleh Muslim 189 hadis. Hadis yang diriwayatkan oleh beliau juga terdapat dalam kitab-kitab hadis lainnya.
Kaya Harta Dan Kaya Ilmu..
Pertama, orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah ruah dan ia membelanjakannya secara benar (di jalan yang adil dan sesuai dengan perintah Allah).
Kedua, orang yang diberi Allah al-hikmah dan ia berperangai sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain.”
(al-Bukhari)
Setiap perbuatan ada matlamatnya masing-masing. Tetapi apa yang kita inginkan dalam hidup ini? Ilmu, wang atau selainnya? Perumpamaan orang yang kaya harta dan menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir terdapat seratus biji. Hakikatnya, kaya dan miskin akan menguji tahap keimanan seseorang. Tidak semestinya yang kaya kurang imannya dan yang miskin pula kuat imannya atau sebaliknya. Jika direnung manakah yang lebih utama, ilmu atau harta? Tentu sekali ilmu kerana seperti kata sayidina Ali: “Ilmu akan menjaga diri mu, sementara harta adalah sebaliknya, kamu yang harus menjaganya.” Namun alangkah baiknya jika kita kaya kedua-duanya. Kaya harta dan kaya ilmu kerana kedua-dua mampu menaikkan kedudukan kita bukan sahaja di sisi manusia bahkan di sisi Allah SWT iaitu dengan cara memanfaatkan kurniaan Allah itu ke jalan yang diredhai-Nya.
Jumaat, 8 April 2011
ALLAH.. MANUSIA..
nak minta maaf kalu terkasar bahasa..
Aku juga insan biasa..
Jadi maafkan aku..
Aku lemah tanpa rakan2..
Aku hina tanpa iman..
Aku keji di mata manusia..
Aku kedil di hadapan Allah..
Aku riak dengan keistimewaan Aku..
Aku muflis amalan kebaikan..
Aku akur dengan tentuan mu..
Hanya yang kau tahu isi hati ku..
nikmat akal yang dia kurniakan kepada Aku untuk kejahatan..
Aku inginkan hidayah mu..
menuju jalan yang lurus..
memudahkan ku mennyusur jalanmu..
Aku tidak akan sia2kan hidayah mu buat selamanya..
Aku akui kelemahan diri,
Aku insafi kekurangan ini,
Aku kesali kejahilan ini,
Telah aku merasakan derita jiwa dan perasaan,
Kerana hilang dari jalan menuju redhaMu ya Tuhan.
aku akui kelemahan ini,
aku insafi kekurangan ini,
Di hamparan ini ku meminta maafku diterima..