Saya

Foto saya
SEMOGA SEDIKIT SEBANYAK DAPAT KITA JADIKAN ILMU WALAUPUN HANYA SEDIKIT.. KATA SEORANG ULAMAK "SEMAKIN KITA MENDALAMI ILMU SEMAKIN KITA TAHU YANG KITA SEBELUM INI ADALAH BODOH..

Isnin, 18 April 2011

Rasulullah SAW dan Seorang Pengemis Yahudi Buta..


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya" . Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,

"Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".

Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja".

"Apakah Itu?", tanya Abubakar RA."Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu ?".

Abubakar RA menjawab,"Aku orang yang biasa."

"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku" , bantah si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,"Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…. " Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Sumber: Republika.co.id

Berdoa sambil Memaksa..

Seorang Pemuda berdoa setengah memaksa kepada Tuhan agar ia mendapatkan Kijang Inova di akhir bulan,
Akan tetapi sampai akhir bulan tak kunjung pula ia mendapatkannya.

Pemuda itupun MARAH kepada Tuhan dan berkata "Wahai Tuhan, mengapa Engkau tidak Adil kepadaku, sedangkan bawahanku saja sudah punya Inova"

Pada malam harinya pemuda itupun bermimpi bertemu dgn seorang bijak menegur dirinya,
"Hai Pemuda mengapa engkau salahkan Tuhan, bukan salah Tuhan jika Ia tak memberi Inova kepadamu. Padahal tadinya Ia ingn memberimu Fortuner kepadamu,tapi engkau tidak bersyukur dan tetap memaksa.Ketahuilah pemuda stock Inova memang tak ada dlm daftar rizkimu"

Sahabat,
Jangan pernah Engkau memaksa dalam berdoa serta menutup dirimu dari Rezeki Tuhan yang lainnya karna bisa jadi Ia akan memberikan dirimu lebih dari yang engkau Inginkan

Cara setan untuk masuk pada seorang Hamba..

Sahabat,

Ketahuilah bahwa HATI adalah ibarat sebuah BENTENG. Setan sebagai musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya. Pintu-pintu tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya amatlah banyak. Pada saat ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya.

Semoga Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.

Pintu pertama: HASAD (dengki) dan TAMAK.

Ini adalah pintu terbesar dan pertama yang telah menggelincirkan Nabi Adam dan anaknya. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua: MARAH

Ini juga adalah pintu terbesar. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Inilah yang terjadi seorang anak membunuh bapaknya atau sebaliknya. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.

Pintu ketiga: SANGAT SUKA MENGHIAS-HIASI

Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat: KENYANG

Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan SYAHWAT dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.

Pintu kelima: TAMAK KEPADA ORANG LAIN

Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pintu keenam: TERGESA-GESA

Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

"Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan."

(Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya'la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami' Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh: CINTA HARTA

Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan: TA'ASHUB GOLONGAN

Yaitu mengajak orang awam supaya ta'ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.

Pintu kesembilan: MEMIKIRKAN HAKEKAT DZAT DAN SIFAT ALLAH

Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.

Pintu kesepuluh: BURUK SANGKA

Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu'uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya.Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari 'aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.

Jumaat, 15 April 2011

AKIDAH DAN SYARIAT MENGUATKAN IKATAN PERSAUDARAAN..

Apabila akidah atau iman dan syariat begitu kuat dan teguhmengikat di kalangan anggota parti, jemaah atau satu masyarakat, di waktu itu akan terjadilah di kalangan umat Islam di dalam jemaah atau masyarakat itu sepertimana yang digambarkan oleh Hadis.

Maksudnya: Perumpamaan orang mukmin itu di dalam kasih sayang, cinta-mencintai dan berlemah-lembutnya di kalangan mereka itu adalah seperti jasad yang satu, apabila satu anggota sakit, seluruh anggota akan merasa sakit.

Ini memberi erti atau menggambarkan bahawa jika anggota-anggota sebuah jemaah Islam itu benar-benar beriman dan bersyariat, lahirlah satu perasaan hati di antara satu sama lain bahawa kegembiraan dan kesusahan boleh dikongsi bersama. Kesenangan yang berlaku pada seorang anggota parti, jemaah atau masyarakat, orang lain ikut sama rasa senang dan gembira.

Begitu juga apabila ada kesusahan menimpa seseorang pula, orang lain ikut serta merasa susah dan bersedih hati. Apabila perkongsian hati dan perasaan itu wujud di kalangan umat Islam, di waktu itu akan wujud satu masyarakat yang amat indah.

Iaitu orang yang kaya akan membantu orang miskin dan susah tanpa diminta. Orang yang miskin dan susah pula tidak suka meminta-minta kecuali terpaksa sangat dan mereka tetap sabar. Orang tuanya dan pemimpin akan dihormati dan dimuliakan. Kanak-kanak dan orang bawahan akan dikasihi dan diberi simpati.

Orang-orang muda berakhlak tinggi dan memberi khidmat dengan tenaga kepada masyarakat tanpa diprogramkan atau diarah-arah. Ahli-ahli ilmu suka memberi khidmat dengan ilmunya tanpa minta dibayar tetapi tidak salah pula kalau mereka mengambil jika diberi. Ulamanya adalah laksana obor menerangi masyarakatnya dengan ilmu dan nasihat serta suri teladannya. Gadis-gadis dan perempuan bersifat malu, menjaga kehormatannya dan tidak ada orang yang akan menodainya.

Pemimpin, para ulama, pembesar-pembesar serta orang-orang kaya merendah diri, menjadi payung kepada masyarakat atau kepada jemaahnya. Setiap anggota masyarakat atau jemaah memikirkan dan mengutamakan orang lain lebih daripada dirinya sendiri.Kalau wujudlah masyarakat, jemaah atau parti umat Islam seperti yang telah digambarkan tadi, sudah tentu hasad dengki padam dengan sendiri. Penzaliman lenyap, marah-memarahi hilang, tamak, bakhil terhapus sama sekali. Riyak dan sombong hilang dengan sendiri. Dendam-mendendam, kata-mengata, umpat-mengumpat, hina-menghina dan jatuh-menjatuhkan tidak berlaku.

Itulah dia kesan daripada berlakunya kesatuan hati setelah diikat oleh iman yang kuat dan syariat yang dihayati. Masyarakat sedemikianlah yang setiap umat Islam wajib memperjuangkannya.

RAHSIA PERPADUAN..

Bersatu dan berpadu bukan satu perkara yang mudah. Hendak menyatupadukan satu bangsa di dalam sebuah negara amatlah payah. Untuk berpadu setakat satu keluarga atau di dalam sebuah rumah tangga pun sudah terasa sulitnya. Betapalah hendak mempersatukan rakyat di dalam sebuah negara dan lebih-lebih lagilah alam sejagat.

Mempersatukan manusia, jangan dianggap mudah. Jangan fikir ia boleh berlaku kerana kita dari satu rumpun keturunan, satu etnik atau sedarah sedaging. Ia juga tidak mudah berlaku hanya kerana satu tempat lahir, satu ideologi atau kerana berada di dalam sebuah parti atau jemaah.

Sebelum saya memaparkan rahsia perpaduan dan bersatu itu, saya ingin nyatakan lebih dahulu peringkat-peringkat perpaduan dan bersatu. Agar dapat kita faham bagaimanakah sebenarnya yang dikatakan bersatu dan berpadu itu.

Perpaduan dan persatuan itu boleh dibahagi kepada tiga kategori seperti yang kita senaraikan di bawah ini:

Pertama:

Perpaduan dan persatuan setakat fizikal atau jasad. Dengan kata-kata lain, perpaduan dan persatuan secara luaran semata-mata. Ertinya ia tidak diikat oleh akal, fikiran dan jiwa. Hanya setakat diikat oleh keperluan semasa atau desakandesakan hidup yang tidak dapat atau payah hendak dielakkan. Demi hendak menjaga nama baik, atau agar jangan dipulaukan orang, atau bimbangkan apa kata masyarakat setempat, juga agar jangan sampai dimusuhi oleh orang ramai, maka dilakukanlah pertemuan fizikal.

Contohnya dengan hadir sama di dalam kerja gotong-royong, di majlis membuat ikrar, ikut sama mengadakan majlis kenduri-kendara, hadir di majlis kematian dan hadir di mesyuarat kampung atau sekolah tempat anakanak belajar. Dia juga akan hadir di pertemuan memperbincangkan masalah jenayah yang sangat menyusahkan dan menggugat keselamatan umum.

Oleh kerana itu ketakutan bersama maka dia hadirlah sama di dalam pertemuan dan perbincangan itu. Pertemuan-pertemuan seumpama yang kita sebutkan di atas adalah perpaduan fizikal namanya. Ia diikat oleh faktor-faktorluaran atau oleh desakan-desakan atau keperluan semasa semata. Ia tidak diikat oleh persoalan dalaman seperti diikat oleh satu fikiran atau ikatan jiwa. Perpaduan dan persatuan seumpama ini adalah ikatan yang longgar. Ia tidak kuat dan teguh. Ikatan-ikatan seumpama ini tidak dapat menghindarkan daripada sifat-sifat mazmumah seperti hasad dengki, jahat sangka, khianat, mengadu domba, sombong, riyak, cari nama, glamour, pemarah, tamak dan lain-lain lagi.

Ertinya manusia sentiasa terdedah kepada keretakan dan perpecahan. Sifat-sifat mazmumah tadi itulah pemecah belah perpaduan dan persatuan. Perpaduan dan persatuan fizikal atau jasad semata-mata, tidak boleh diharapkan. Perpaduan dan persatuan seperti ini adalah reput dan rapuh. Perpaduan seperti ini adalah ibarat perpaduan buih di laut. Buih di laut itu, walau menggunung sekalipun, namun tidak kuat dan padu. Bila-bila masa sahaja boleh pecah. Datang angin sahaja, boleh pecah. Datang ombak, ia boleh pecah. Datang sampah sarap melanda pun, ia boleh pecah. Belum lagi dilanda oleh kapal-kapal besar dan ribut taufan yang kuat. Lebih-lebih lagilah akan berkecai, terbarai dan terburai.

Menurut Islam, perpaduan fizikal yang tiada ikatan teguh dari dalaman diri manusia itu, belum boleh dikatakan perpaduan atau bersatu. Ia berlaku disebabkan desakan dan keadaankeadaan yang memaksa. Ia bukan diikat oleh satu fikiran dan jiwa.

Kedua:

Perpaduan dan kesatuan fikiran ialah perpaduan yang diikat oleh satu pendapat dan satu pandangan. Biasanya ia berlaku di dalam satu masyarakat setempat, sepuak, sejemaah atau satu bangsa dalam sebuah negara, di atas sesuatu perkara, projek atau sesuatu isu sahaja. Walaupun perkara itu diterima bersama oleh semua orang atau oleh majoriti, perpaduan begini tidak berlaku terhadap semua hal dalam masyarakat itu. Pandangan dan pendapat yang sama itu diikat oleh faktor-faktor dalaman iaitu akal fikiran, namun perkara yang disepakati itu adalah halhal luaran yang bersifat keduniaan. Kesatuan fikiran itu berlaku mungkin untuk keperluan-keperluan semasa. Apabila perkara itu tidak diperlukan lagi, maka di waktu itu ikatan perpaduan itu sudah terungkai dengan sendirinya.

Lebih-lebih lagi apabila perpaduan itu dari ikatan akal fikiran atau ideologi semata-mata. Ia tidak akan membuang sifat-sifat mazmumah manusia seperti hasad, khianat, tamak, pemarah, bakhil, dendam, jahat sangka, mengumpat, memfitnah, mengata, menghina dan lain-lain lagi. Sedangkan sifat-sifat mazmumah tadilah yang menjadi pemecah belah manusia walaupun di dalam sesetengah perkara, mereka sudah satu pandangan, satu pendapat atau satu ideologi.

Oleh yang demikian, perpaduan akal fikiran atau ikatan ideologi juga tidak kukuh dan teguh. Ia juga boleh dikatakan perpaduan buih di lautan. Nampak menggunung tetapi rapuh. Nampak hebat tetapi tidak kuat. Sampah sarap sahaja pun sudah boleh memecahkannya. Betapalah apabila dilanda gelombang besar atau kapal besar.

Justeru itu Islam belum boleh menerima perpaduan dan persatuan akal fikiran atau ideologi sebagai satu perpaduan dan kesatuan umat Islam.

Ketiga:

Perpaduan dan kesatuan yang diikat oleh satu keyakinan yang benar, yang mutlak dan bersifat kekal abadi. Yang tidak berkesudahan hingga mati. Perpaduan yang kekal abadi itu diikat oleh iman yang dihayati jiwa atau hati. Bukan setakat iman secara akal fikiran. Beriman kepada Allah Taala dan yang lainlain lagi yang wajib diimani, secara penghayatan. Tidak perlu saya sebut di sini. Bagi orang Islam, sudah tentu sudah faham secara ilmunya. Kemudian diikat juga oleh syariat iaitu peraturan- peraturan dan disiplin-disiplin kehidupan yang telah disampaikan oleh Allah Taala kepada Rasul-Nya, yang ada di dalam Al Quran dan di dalam Sunnahnya. Seperti disebut di dalam firman Allah Taala:

Maksudnya: Hendaklah kamu semua berpegang teguh dengan tali Allah (syariat-Nya/agama Islam/Al Quran dan Sunnah) dan janganlah kamu semua berpecah belah (iaitu berpecah belah dari beriman dan syariat-Nya).(Ali Imran: 103)

Di dalam ayat ini, ada beberapa perkara yang dapat kita faham. Di antaranya:

  1. Beriman dengan Allah Taala (diikat oleh iman/akidah).
  2. Beriman juga dengan syariat-Nya (diikat oleh syariat Allah Taala di dalam semua hal di dalam kehidupan seperti kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berpendidikan, berpolitik, berekonomi, berpentadbiran, berjuang, bernegara, syariat Allah Taala adalah menjadi pengatur dan pendisiplinnya).
  3. Jangan berpecah belah dengan iman dan syariat-Nya. Dengan erti yang lain, jangan dengan sesetengah hukumhukum yang Allah Taala turunkan atau datangkan kita beriman dan dengan sesetengahnya lagi kita ragu. Begitu juga dengan sesetengah syariat-Nya kita amalkan seperti ibadah, zakat, puasa, haji tetapi di dalam berkeluarga, bermasyarakat, berekonomi, berpendidikan, berpolitik, di dalam pentadbiran negara dan lain-lain lagi, kita bersyariatkan akal, bersyariatkan ideologi atau pragmatisme. Ia masih bersifat ikatan akal fikiran ciptaan manusia. Bukan bersyariatkan daripada Al Quran dan Sunnah dari Allah Taala yang Maha Bijaksana lagi Mengetahui.

Di sini barulah kita faham bahawa umat Islam kalau ingin bersatu dan berpadu yang utuh dan teguh, hendaklah diikat satu sama lain oleh iman atau akidah dan diikat oleh syariat Allah Taala atau peraturan-Nya secara global atau keseluruhannya. Kalau berlaku sebaliknya, terjadilah pecah-belah.

Apabila umat Islam diikat semuanya oleh satu akidah atau iman dan juga diikat oleh undang-undang dan perlembagaan Allah Taala di dalam seluruh kehidupan maka umat Islam telahbersatu dan berpadu. Inilah dia perpaduan yang kuat dan teguh untuk umat Islam. Perpaduan dan persatuan beginilah yang kita mesti usahakan dan perjuangkan. Kalau kita perjuangkan selain daripada itu ertinya kita perjuangkan perpaduan yang umpama buih di laut.

PERPADUAN TANPA IKATAN IMAN DAN SYARIAT

Kalau umat Islam di seluruh dunia ini tidak diikat oleh satu akidah dan satu syariat, tidak mungkin berlaku perpaduan dan kesatuan. Ajaran Islam yang menetapkan begitu. Janganlah bertegang leher mengatakan umat Islam boleh bersatu tanpa kesatuan iman/akidah atau syariat.

Umat Islam tidak akan boleh bersatu atas dasar ekonomi atau ideologi. Justeru ekonomi dan ideologi tidak boleh membendung perpecahan. Ia tidak boleh membendung sifat-sifat mazmumah yang memecah-belahkan manusia kerana di dalam ajaran ideologi atau ajaran mengikut teori akal fikiran, tidak ada ajaran untuk takut atau cintakan Allah. Kalau manusia sudah tidak takut dengan Tuhan dan Neraka-Nya, apalagi yang boleh membendung manusia daripada melakukan kejahatan lahir dan batin? Kejahatan itulah yang memeca belahkan kehidupan manusia, merenggangkan persaudaraan, menghancurkan perpaduan dan persatuan umat.

Oleh yang demikian jelaslah ajaran ideologi atau teori akal fikiran tidak akan boleh mempersatukan umat Islam kerana ikatannya tidak ada. Kalaupun dikatakan ada, ia sangat reput dan rapuh. Justeru itu kalau di dalam sebuah parti, atau jemaah, atau sebuah negara sekalipun, kalau ikatan itu dari ajaran ideologi atau ajaran teori akal fikiran, maka umat Islam tidak akan boleh bersatu. Bahkan dalam sebuah parti Islam sekalipun, kalau iman itu tidak benar-benar dihayati dan syariat Islam berjalan secara longgar di kalangan ahli-ahlinya, ia juga tidak akan melahirkan perpaduan dan kesatuan umat Islam yang kuat dan utuh di dalam parti itu.

Keistimewaan Wanita..

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ''Berwasiat baiklah kamu terhadap wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Maka, kalau kamu meluruskannya dengan kekerasan/ paksa, pasti dia patah, dan jika kamu biarkan, dia tetap bengkok. Oleh karena itu, berwasiat baiklah kamu terhadap wanita.'' (HR Muttafaq Alaih-Riyadlus Shalihin, 148).


Di muka bumi ini, tidak ada agama yang sangat memerhatikan dan mengangkat martabat kaum wanita selain Islam. Islam memuliakan wanita dari sejak ia dilahirkan hingga meninggal dunia.Di dalam Alquran, Allah SWT telah memberikan perhatian yang sangat khusus kepada kaum wanita. Terbukti dalam Alquran terdapat surah An-Nisaa (perempuan/wanita).


Ada beberapa hal yang mendorong mengapa wanita selalu menjadi sangat diperhatikan. Yang pertama, jumlah kaum wanita jauh lebih banyak dari kaum pria. Perbandingannya adalah 1:4

(surah An Nisaa [4] ayat 37).


Selanjutnya yang kedua, wanita adalah tiang negara. Artinya, tegak atau runtuhnya negara akan sangat bergantung pada kaum wanitanya. Bila kaum wanitanya sholihah(baik), negaranya pun baik. Sebaliknya bila kaum wanitanya thalihah (jelek), negara bisa runtuh.


Wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak maka akan rusak pulalah generasi tersebut. Oleh karena itu, Islam meletakkan wanita pada tempatnya, melindungi dan menghargai wanita. Wanita mempunyai nilai dan fungsi yang tinggi dalam pandangan Allah bila mereka konsisten memegang ajaran dan tuntunan Islam.


Bahwa Allah telah menciptakan laki-laki dan wanita dari asal yang sama seperti termaktub dalam firman Allah: ''Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu.''

(QS Annisa [4]: 1).


Laki-laki dan wanita disamakan haknya untuk mendapat balasan dari Allah berdasarkan amalnya.

''Barang siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedangkan ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.''

(QS Annisa [4]: 124).


Sehingga, tidak ada alasan untuk merasa rendah menjadi seorang wanita, karena kedudukan utama yang diberikan Islam kepada wanita mukminah.


Oleh Rahmat HM

Kecantikan wanita..?

Ada cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan masalah fisik semata. Kecantikan sejati juga bisa diraih dengan memaknakan kecantikan sebagai berikut:


1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan mata kaum laki-laki.

Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman dan taqwa akan memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia akan memesona.Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki akan tertarik padanya.


2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria.

Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus fisiknya. Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa melupakannya.


3. Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya

Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti. Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.


4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan suaranya yang hangat.

Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.


5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya.

Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh orang-orang di sekitarnya


6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya

Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik. Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik.


7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat dan umat manusia.

Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh yang menemaninya. Menjadi pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah berjuang.


8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk memberi.

Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi, tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya biasa-biasa saja.




Sahabatku...

Kecantikan-kecantikan ini sifatnya abadi.

Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada.

Tidak seperti kecantikan lahiriah yang sementara.

Setelah tua, ketika senja menyapa, ia tak menarik lagi.

Manakah yang akan Anda pilih?

Kecantikan sementara atau kecantikan abadi?

(oleh Zafiruddin Ziyaad )



Sumber : kata2hikmah0fa.wordpress.com